Friday, April 5, 2013

Album Rekaman dan Prosesnya

Sepertinya tidak mudah bagi sebuah band untuk menggarap album sendiri, seperti Black Sabbath yang akhirnya reunian dan akan melahirkan album ke 19-nya. Angka yang cukup mini bagi sebuah band legendaris semacam mereka.

Banyak orang yang memiliki bakat bermusik, namun tidak semua bisa masuk ke industri. Ada yang dengan sengaja memilih untuk menjadikan musik hanya sebagai hobi, ada pula yang tidak tahu bagaimana cara memasuki industri musik. Setidaknya, bagaimana menggodok album sendiri.

Bila Anda berniat ingin menjadikan musik sebagai bidang pekerjaan Anda, entah sebagai performer atau pun sebagai produser, Anda bisa kursus musik. Salah satu tempat kursus yang bisa Anda coba adalah Mahajireh Music Center.

Sekolah musik yang dibuka sejak akhir tahun 2007 ini memiliki berbagai fasilitas setara dengan studio musik. Pemiliknya, Kartini Maha, melengkapi sekolah itu dengan showroom yang menjual alat-alat musik, dan studio musik untuk melakukan rekaman, mixing, dan mastering. Mahajireh memiliki dua studio musik dengan standar internasional yang menggunakan sistem software Protools HD 8 yang biasa digunakan untuk keperluan membuat musik, film atau iklan.

"Saat ini kamu sudah menambah satu studio lagi yang dilengkapi dengan elemen digital," ungkap Kartini. Karena kelengkapan fasilitas studionya, beberapa penyanyi pernah melakukan rekaman di tempat ini. Di antaranya Inul Daratista, Chikita Meidy, Trio Candy, dan Gisela (dari acara Mama Mia). Sejak tahun 2008, Kartini juga membuat program musik intensif selama 1 tahun, sehingga lulusannya akan mendapatkan sertifikat setara D1.

"Saya ingin mereka yang punya talenta bermusik bisa mendapatkan sarana yang baik, bukan hanya menyalurkan hobi," ujarnya. Ia juga berharap, musik bisa menjadi mata pencaharian utama. Misalnya menjadi guru musik.

Di Mahajireh Anda bisa memilih kursus musik mulai program gitar, drum, komposisi, dan recording engineering. Semua paket kursus akan mendapatkan materi seperti teknik, teori, wawasan musik, pengenalan rekaman, aransemen, adaptasi dalam band, pengenalan industri musik, serta minor instrumen (pengenalan tambahan alat musik lain selain yang dipelajari). Diharapkan, dengan modul seperti ini peserta kursus bisa beradaptasi dengan industri musik dan genre musik yang ada.

Sekolah ini didukung oleh musisi ternama seperti Rio Damara (pernah tergabung dalam Erwin Gutawa Orchestra), Ricky Nasution (album solo Jazzonova), Sandi Winarta (drummer Indonesian Idol), dan Ernest (basis band Cokelat).

Biaya untuk program setara D1 itu adalah kelas drum dan gitar adalah Rp 17,5 juta per tahun. Sementara itu biaya kelas recording dan komposisi adalah Rp 15 juta per tahun. Peserta kursus akan mendapatkan pelajaran sebanyak tiga kali seminggu.

Untuk peminat kursus musik yang berasal dari luar kota, Kartini bahkan berencana membuat semacam asrama yang disewakan gratis selama tiga bulan. "Tujuannya agar mereka bisa konsentrasi belajar musik tanpa harus dibebani biaya mengontrak rumah di Jakarta yang tentunya tidak murah," tukasnya.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment